eka ratna juwita

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
kisah

kisah

BILAL BIN RABAH

Bilal kita kenal sebagai seorang sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang mendapatkan kepercayaan sebagai seorang Muazin. Perjuangan Bilal dalam mempertahankan aqidah menjadi kisah yang sangat inspiratif dan selalu menarik untuk diceritakan. Film tentang bialal yang sekarang lagi ramai diceritan menampilkan kisah bilal dengan sangat menarik.

"Budak"... Ya Bilal adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah (Ethiopia), dia adalah budak milik Umayyah bin Khalaf.

Seorang budak harus tunduk patuh pada perintah tuanya, selama ini hanya itu yang terlintas di benak setelah menyaksikan film Bilal nampaklah betapa mengerikanya menjadi seorang budak. "Budak" adalah seseorang yang tidak berhak memiliki keinginan apa pun bahkan untuk mengangkat wajah di hadapan sang pemiliknya pun tidak pantas, ia layaknya sebuah apel yang kapanpun bisa dilemparkan atau diinjak-injak bahkan habis dimakan demi l

kesenangan dan kebahagian sang pemilik. Buah apel yang dilempar itulah analogi yang dijelaskan Sumayya kepada Bilal untuk menegaskan dimana posisinya. Perbudakan menjadi sesuatu yang sangat biasa pada masa itu, orang kaya memiliki banyak budak yang bisa mereka perlakukan sesuka hati. Bilal dan Gufaira adiknya terbiasa mengerjakan semua pekerjaan rumah dan memenuhi kebutuhan keluarga Sumayya.

Penduduk Mekah saat itu menyembah patung-patung berhala, dalam film ini disebut dewa. Ka’bah menjadi pusat peribadatan orang-orang Mekah, di sana banyak disimpan berbagai patung yang harus disembah. Penduduk diharuskan memberi persembahan kepada para dewa sesuai dengan keinginan yang mereka minta, Bilal termasuk budak yang tidak pernah memberikan persembahan karena dia tidak meyakini keberadaan para dewa tersebut “dimanakah para dewa itu saat ibu kita dibunuh?” kata bilal pada sang adik. Suasana ramai selalu terjadi di sekitar Ka’bah, banyak prang yang lalu lalang dan tidak lupa mereka bersedekah untuk para dewa. Seorang pengemis kecil berdiri tepat di bawah tempat penampuang uang sedekah untuk para dewa, namun tak satu pun yang memberinya sedekah padahal dia sudah meminta sambal berkata “aku lapar”. Pengemis kecil itu akhirnya memutuskan untuk mengambil uang dari tempat sedekah, namun hal itu dicegah oleh Bilal. Bialal memberikan makananya pada pengemis kecil itu. Di tempat yang tidak terlalu jauh ada dua orang lelaki yang menyaksikan kejadian itu, yaitu penjaga Ka”bah dan Abu Bakar. Abu Bakar menghampiri Bilala,itulah awal Bilal mendapatkan pengetahuan tentang islam.. semua manusia bersaudara dan setara.. setelah pertemuan itu Bilal merasakan sesuatu yang berbeda. Beberapa waktu kemudian terjadi kekacauan di sumur tempat warga mengambil air untuk keperluan sehari-hari, para penjaga Ka’bah menuntut warga memberikan sedekah dengan cara paksa. Banyak warga yang dicambuk, Bilal berusaha menolong namun dia tidak mampu melawan para penjaga sampai datanglah seorang lelaki berkuda dan gagah..dialah Hamzah sang Singa Allah. Hamzah berhasil mengalahkan para penjaga Ka’bah dan mengusir mereka. Saat itu juga hadir Abu Bakar. Bilal semakin penasaran dengan nasihat yang disampaikan Abu Bakar “ sesungguhnya manusia itu bersaudara” dan akhirnya memutuskan untuk menemui Abu Bakar kembali.

Pertemuanya dengan Abu Bakar membuat bilal mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, bilal memilih untuk menyembah Allah yang Esa. Malam perayaan kesuksesan Shafwan dirayakan dengan sangat meriah dihadiri para petinggi Mekah dan orang-orang kaya lainya, Bilal diminta untuk menyanyikan sebuah lagu yang membuat seluruh tamu undangan terpesona. Para pemuka Mekah membahas perkembangan penyebaran ajaran baru yang dibawa Muhammad, mereka menyatakan akan mnyiksa setiap orang yang mengikutinya. Bilal yang berada di situ dan dia telah mengikuti ajaran Muhammad berusaha menutupi kekhawatiranya dengan tetap melayani para tamu, namun Shafwan mendesak ayahnya untuk menanyakan hal itu pada Bilal. Bilal dengan jujur san lantang mengakuinya, saat itu juga bilal dipenjarakan tanpa diberi makanan dan minuman, dia juga mendapatkan penyiksaan dari para penjaga penjara. Merinding saat melihat keteguhan Bilal mempertahankan keimananya, sungguh perbuatan keji di luar nalar manusia, seseorang yang telah disiksa berhari-hari tanpa diberi makan dan minum kemudian diarak di hadapan khalayak ramai untuk dijadikan pelajaran bagi yang lainya, agar mereka melihat betapa tiada ampun bagi orang yang mengikuti ajaran Muhammad. Sebuah batu besar yang dibawa oleh empat orang gagah diletakan tepat di atas dada Bilal, seketika itu nampak kesakitan luar biasa. Penawaran kembali diberikan kepada Bilal oleh Shafwan, namun Bilal tetap teguh dalam pendirianya. "Ahad, ahad, ahad" jawabnya dalam kepayahan. Shafwan menambah beban batu dengan menekanya sekuat tenaga. Betapa perjuangan yang sangat luar biasa, keteguhan dan keimanan Bilal diuji. Selesai sampai di situ?

Kejadian tersebut disaksikan Abu Bakar, dan beliaulah yang membebaskan Bilal dari Umayyah. Abu Bakar membayarnya dengan harga yang tinggi. Batu besar itu kemudian di angkat dari atas dada Bilal dan semua ikatan pun dilepskan, dalam situasi itu sang adik langsung memeluknya dalam haru. Seketika Abu Bakar pun mengajukan penawaran untuk adiknya Bilal. Kebahagian tampak dari wajah Bilal,namun segera sirna bersamaan dengan jawaban Umayyah "dia sudah ku hadiahkan pada Shafwan,mintalah padanya". Shafwan pun menjawab "dia tidak akan ku jual,berapapun penawaranmu". Itulah ujian keimanan Bilal berikutnya.

Kesedihan menyelimuti hati Bilal,namun itu didak membuat keimananya memudar. Bilal semakin yakin dengan pilihanya. Tibalah masa dimana Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk hijrah ke Yatsrib yang kemudian bernama Madinah. Di sanalah awal mula proses terbentuknya Darul Islam pertama di muka bumi. Betapa indahnya persaudaraan yang dilandasi keimanan. Sangat luar biasa penyambutan dan penerimaan penduduk Madinah (kaum anshor) terhadap para muhajirin yang baru datang. Persaudaraan yang begitu indah, disatukan oleh ikatan kasih sayang dan persaudaraan yang sebenarnya. Pembinaan di mulai di masjid yang dibangun bersama. Bilal yang memiliki suara merdu mendapatkan amanah sebagai Muazin.

Perlakuan kaum musyrikin terhadap umat islam semakin kejam, dan peperangan ini dipilih setelah menempuh berbagai cara damai. Peperangan dimulai sebagai cara terakhir untuk membela diri. Perang Badar al-Kubra adalah salah satu peperangan yang ditampilkan dalam film Bilal. Sebuah peperangan antara kaum muslimin dengan musyrikin yang jumlahnya tidak sebanding. Banyaknya pasukan musuh tidak membuat gentar kaum muslimin, berdo'a dan memohon pertolongan Allah itulah salah satu senjatanya ditambah dengan taktik perang yang sangat cerdas. Peperangan dimulai dengan adu tanding antara tiga orang muslimin lawan tiga orang musyrikin. Kaum musyrikin yakin mereka akan menang karena merasa kuat dengan jumlah pasukan yang lebih banyak, namun dikejutkan dengan kalahnya tiga orang utusan mereka. Amarah kaum misyrikin semakin menjadi dan peperanganpun dimulai, mereka menyerang terlebih dahulu. Pekikan takbir bergema disambut seluruh pasukan muslim yang bersiap melawan serangan, pasukan panah di bawah komando Sa'ad bin Mu'adz berhasil menghancurkan pasukan berkuda kaum musyrikin. Sa'ad adalah sahabat Bilal yang senang berlatih memanah dengan menggunakan buah apel sebagai sasarannya, Bilal sering meledeknya "pemanah buah".

Setelah pasukan berkuda kaum musyrikin hancur dari sisi yang lain muncul pasukan berkuda yang serba putih. Pasukan yang diyakini sebagai pertolongan dari Allah. Hal ini sesuai dengan isi Al-Qur’an:

"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.

Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Surat Al-Anfal, Ayat 9-10)

Peperangan ini dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin, Bilal berduel dengan Sumayya dan berhasil mengalahkanya.

“Akan ada kemenangan,

kemenamgan untuk pikiran dan jiwa

kemenangan yang mematahkan rantai

kemenangan yang menyatukan kita.

Tapi musuh tidak akan menyerah,

dia akan berencana,

sembunyi dalam kegelapan

menunggu sebuah kesempatan untuk menyerang hati kita.

Akan ada kemenangan dan akan ada kekalahan yang menghancurkan hati kita

jangan khawatir karena kebencian adalah hal yang mengerikan

akan ada kekalahan agar cahaya bisa menang”.

By Odi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kisah Bilal dengan surga yang menantinya Sangat mengharu biru Seharusnya kita bisa banyak belajar dari kisah dan perjuangannya

06 Apr
Balas

Bahkan terompah bilalpun sudah ada di surga

06 Apr
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali